
Surabi Bandung adalah salah satu camilan tradisional Indonesia yang sangat populer, terutama di kota Bandung. Terbuat dari tepung beras yang dipanggang menggunakan wajan tanah liat, surabi memiliki tekstur yang kenyal di bagian luar dan lembut di dalam. Rasanya yang manis atau gurih membuat surabi menjadi pilihan camilan yang cocok untuk berbagai kesempatan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai sejarah, cara membuat, dan variasi rasa surabi yang lezat.
Apa Itu Surabi Bandung?
Surabi Bandung adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras yang difermentasi dengan ragi, kemudian dipanggang di atas wajan tanah liat dengan api kecil. Proses pemanggangannya yang khas ini membuat surabi memiliki tekstur kenyal di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Surabi biasanya disajikan dengan berbagai topping, baik yang manis seperti gula merah, maupun yang gurih seperti oncom atau ayam suwir.
Surabi dikenal memiliki rasa yang lezat dan aroma yang menggugah selera, menjadikannya camilan yang sangat diminati baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Bandung.
Cara Membuat Surabi Bandung
Membuat surabi Bandung tidaklah sulit. Anda bisa membuatnya di rumah dengan bahan-bahan sederhana. Berikut adalah langkah-langkah cara membuat surabi Bandung:
1. Menyiapkan Adonan
Adonan surabi terbuat dari tepung beras, kelapa parut, air, ragi, dan sedikit gula pasir. Campurkan semua bahan tersebut hingga adonan tercampur rata. Diamkan adonan selama beberapa jam untuk proses fermentasi agar adonan mengembang.
2. Memanaskan Wajan Tanah Liat
Wajan tanah liat adalah kunci utama dalam pembuatan surabi. Wajan ini memberikan tekstur khas pada surabi. Panaskan wajan tanah liat dengan api kecil dan olesi sedikit minyak atau margarin agar surabi tidak lengket.
3. Memanggang Adonan
Setelah wajan cukup panas, tuangkan adonan ke dalam wajan dengan bentuk bulat kecil. Tutup wajan dan biarkan adonan matang selama beberapa menit. Surabi akan matang dengan tekstur yang kenyal dan lembut di dalam.
4. Menambahkan Topping
Setelah surabi matang, Anda bisa menambahkannya dengan berbagai topping sesuai selera. Topping manis seperti gula merah cair, cokelat, atau selai, atau topping gurih seperti oncom, ayam suwir, atau keju.
Variasi Surabi Bandung
Meskipun surabi Bandung yang tradisional umumnya disajikan dengan topping sederhana, kini banyak variasi surabi yang ditawarkan untuk memperkaya rasa. Berikut beberapa variasi surabi yang bisa Anda coba:
1. Surabi Manis
Surabi manis adalah varian surabi yang paling populer. Biasanya, surabi ini disajikan dengan topping gula merah cair yang manis, atau juga bisa menggunakan selai buah dan cokelat. Rasa manis ini sangat cocok untuk dinikmati sebagai camilan sore atau sarapan.
2. Surabi Gurih
Untuk Anda yang lebih menyukai rasa gurih, surabi dengan topping oncom, keju, atau ayam suwir adalah pilihan yang tepat. Oncom adalah bahan makanan khas Sunda yang memberikan rasa gurih dan khas pada surabi. Anda juga bisa menambahkan sambal atau saus untuk meningkatkan rasa.
3. Surabi Durian
Durian adalah buah yang memiliki aroma kuat dan rasa manis yang khas. Untuk pecinta durian, ada surabi durian yang sangat nikmat. Surabi ini dilengkapi dengan topping durian yang memberikan rasa manis alami dan aroma khas durian yang kuat.
Mengapa Surabi Bandung Populer?
Surabi Bandung menjadi sangat populer karena rasanya yang lezat dan cara penyajiannya yang unik. Proses pemanggangan menggunakan wajan tanah liat memberikan tekstur yang khas pada surabi, yakni kenyal di luar dan lembut di dalam. Selain itu, surabi juga sangat fleksibel karena bisa disajikan dengan berbagai topping, baik yang manis maupun gurih.
Tidak hanya itu, surabi Bandung juga sangat terjangkau, membuatnya menjadi camilan yang pas untuk semua kalangan. Camilan ini mudah ditemukan di berbagai warung makan tradisional di Bandung, baik yang dijual keliling maupun yang ada di tempat-tempat wisata.